Berita Terkini

KPU Gianyar Ajak Pelajar SMA Negeri 1 Tampaksiring Mengenal Demokrasi melalui Sosialisasi KALIBRASI

GIANYAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar kembali melaksanakan sosialisasi program KALIBRASI (Kader Literasi Bangun Demokrasi) sebagai upaya meningkatkan pemahaman demokrasi dan kepemiluan di kalangan generasi muda. Kegiatan kali ini berlangsung di SMA Negeri 1 Tampaksiring dengan melibatkan peserta didik kelas X dan XI. Sosialisasi menghadirkan Anggota KPU Kabupaten Gianyar, Gusti Bagus Agung Swandhita, S.Sos., sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi oleh jajaran kesekretariatan KPU Kabupaten Gianyar yang turut mendukung pelaksanaan program edukasi demokrasi bagi pelajar. Selama kegiatan berlangsung, siswa-siswi kelas X dan XI SMA Negeri 1 Tampaksiring tampak antusias menyimak materi yang disampaikan. Para peserta juga aktif terlibat dalam diskusi, menunjukkan ketertarikan untuk memahami lebih jauh mengenai demokrasi dan kepemiluan. Partisipasi aktif tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana pembelajaran yang interaktif sekaligus mendorong pelajar untuk lebih kritis dan memahami peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Melalui program KALIBRASI, KPU Kabupaten Gianyar berupaya memperkenalkan nilai-nilai demokrasi, meningkatkan literasi kepemiluan, serta mendorong pelajar untuk memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokratis. Para pelajar diharapkan tidak hanya mengenal pemilu sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga memahami nilai-nilai yang mendasari demokrasi, seperti partisipasi, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Pelaksanaan sosialisasi ini menjadi salah satu langkah KPU Kabupaten Gianyar dalam mendekatkan pendidikan demokrasi kepada generasi muda sejak dini. Lingkungan sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan pemahaman mengenai demokrasi sekaligus membangun kesadaran pelajar sebagai calon pemilih pada pemilu mendatang. Melalui KALIBRASI, KPU Kabupaten Gianyar terus mendorong terbentuknya generasi muda yang memiliki pengetahuan kepemiluan, mampu berpikir kritis, serta berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Dengan keterlibatan pelajar kelas X dan XI SMA Negeri 1 Tampaksiring, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk semakin memahami peran mereka dalam menjaga keberlangsungan demokrasi yang partisipatif dan berkualitas.

Perkuat Pendidikan Demokrasi di Sekolah, KPU Gianyar Gelar Rapat Monitoring Kesiapan Pemilihan Ketua OSIS Serentak 2026

GIANYAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar melaksanakan Rapat Monitoring Kesiapan Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2026 pada Selasa (13/10/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi bersama pihak sekolah dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau kesiapan tahapan pemilihan Ketua OSIS sekaligus mendorong penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Rapat tersebut menindaklanjuti koordinasi sebelumnya dan membahas perkembangan persiapan pemilihan Ketua OSIS pada jenjang SMA/SMK/MA/SLB serta SMP/MTs di Kabupaten Gianyar. Melalui pertemuan ini, KPU Gianyar menghimpun informasi mengenai tahapan yang telah dilaksanakan, rencana pemungutan suara, serta kebutuhan pendampingan yang diperlukan oleh masing-masing sekolah. Dalam arahannya, KPU Provinsi Bali yang diwakili oleh I Gede John Darmawan (Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM) menyampaikan bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS perlu mempertimbangkan kondisi dan masa kepengurusan di masing-masing sekolah. Meski terdapat perbedaan jadwal dan mekanisme, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menjalankan proses pemilihan secara terstruktur. Anggota KPU Kabupaten Gianyar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Gusti Bagus Agung Swandhita, menjelaskan bahwa rencana pelaksanaan debat atau orasi kandidat secara terpusat di Pusat Pemerintahan Kabupaten Gianyar belum dapat direalisasikan. Oleh karena itu, sekolah dapat menyelenggarakan debat atau orasi kandidat secara mandiri sesuai dengan kesiapan dan kebutuhan masing-masing. KPU Gianyar tetap membuka ruang fasilitasi bagi sekolah yang membutuhkan pendampingan, antara lain melalui bimbingan teknis, simulasi pemungutan suara, pendidikan pemilih, maupun pemantauan pelaksanaan pemilihan. Sekolah yang memerlukan fasilitasi dapat berkoordinasi dan menyampaikan undangan resmi kepada KPU Gianyar agar dukungan dapat disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya. Dalam rapat tersebut, sejumlah sekolah turut menyampaikan perkembangan dan rencana pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS. Beberapa sekolah telah memasuki tahapan pengenalan kandidat dan kampanye, sementara sekolah lainnya masih menyesuaikan jadwal pemilihan dengan kalender kegiatan serta masa kepengurusan OSIS. Mekanisme pemilihan, termasuk penggunaan sistem elektronik atau e-voting, juga menjadi salah satu hal yang dibahas untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait. Bagi sekolah yang mengikuti jadwal bersama, pemungutan suara dan penghitungan suara direncanakan pada 22 Oktober 2026, sedangkan pengukuhan direncanakan pada 28 Oktober 2026. Sekolah juga diminta menyiapkan dan menyampaikan data Ketua OSIS terpilih, foto, serta logo sekolah sebagai bahan publikasi dan dokumentasi kegiatan pengukuhan. KPU Gianyar menegaskan bahwa pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS bukan sekadar memilih ketua dan wakil ketua organisasi, melainkan juga memberikan pengalaman nyata kepada pelajar dalam memahami tahapan demokrasi, mulai dari pengenalan kandidat hingga proses pemungutan dan penghitungan suara. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi, tanggung jawab, serta sikap menghargai proses dan hasil pemilihan. Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gianyar. Pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah dinilai penting untuk membekali generasi muda, khususnya calon pemilih pemula, agar mampu memahami proses demokrasi dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Melalui rapat monitoring ini, KPU Gianyar berharap koordinasi dengan sekolah dan pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Berbagai masukan dan evaluasi dari pelaksanaan tahun ini akan menjadi bahan perbaikan ke depan, sekaligus mendukung upaya mewujudkan pelaksanaan pemilihan OSIS yang lebih terkoordinasi dan menjadi bagian dari pendidikan demokrasi sejak dini.

KPU Gianyar Hadirkan Pembelajaran Interaktif melalui Pembekalan dan Simulasi Pencoblosan di SMP Negeri 1 Ubud

GIANYAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih di SMP Negeri 1 Ubud, Senin (12/10/2026). Dalam kegiatan ini, KPU Kabupaten Gianyar memberikan pembekalan mengenai alur dan tata cara menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang disertai dengan simulasi pencoblosan bagi puluhan siswa-siswi SMP Negeri 1 Ubud. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan proses pemilihan dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda sejak dini. Melalui penyampaian materi yang dilanjutkan dengan praktik secara langsung, para siswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tahapan pemungutan suara serta pentingnya menggunakan hak pilih secara benar dan bertanggung jawab. Pembekalan disampaikan oleh Anggota KPU Kabupaten Gianyar, Gusti Bagus Agung Swandhita, yang hadir bersama jajaran sekretariat KPU Kabupaten Gianyar. Dalam penyampaian materi, para siswa diperkenalkan dengan alur yang perlu dilalui pemilih ketika datang ke TPS, termasuk proses sebelum memberikan suara, tata cara mencoblos surat suara, hingga pentingnya mengikuti prosedur pemungutan suara sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengenalan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa proses pemilihan tidak hanya sebatas memberikan tanda coblos pada surat suara. Terdapat tahapan yang perlu diikuti agar setiap pemilih dapat menggunakan hak pilihnya dengan tertib dan benar. Pemahaman terhadap proses tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran mengenai penyelenggaraan pemilihan yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Untuk memperkuat pemahaman yang telah diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pencoblosan yang diikuti oleh puluhan siswa-siswi SMP Negeri 1 Ubud. Melalui simulasi ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan alur memilih sebagaimana yang dilakukan di TPS. Metode pembelajaran melalui praktik tersebut memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai proses pemungutan suara, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat mengenali tahapan pemilihan melalui pengalaman langsung. Pelaksanaan simulasi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal pentingnya ketertiban dalam mengikuti prosedur pemungutan suara. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan, siswa diharapkan lebih mudah memahami mekanisme pencoblosan serta memiliki gambaran mengenai proses yang akan mereka hadapi ketika kelak memenuhi persyaratan sebagai pemilih. Kegiatan pendidikan pemilih ini disambut baik oleh kepala sekolah dan para guru SMP Negeri 1 Ubud. Sambutan positif tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu dan satuan pendidikan dalam memberikan pemahaman mengenai demokrasi kepada generasi muda. Lingkungan sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran untuk menumbuhkan pengetahuan, sikap kritis, dan kesadaran siswa terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pengenalan demokrasi kepada siswa tingkat SMP juga menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki pemahaman yang memadai mengenai hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Meskipun para siswa belum seluruhnya memenuhi persyaratan untuk menggunakan hak pilih, pengetahuan yang diperoleh sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki usia pemilih. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Gianyar terus mendorong penguatan pendidikan pemilih dengan pendekatan yang edukatif dan partisipatif. Penyampaian materi yang dipadukan dengan simulasi diharapkan dapat menjadikan pembelajaran kepemiluan lebih mudah dipahami sekaligus menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal demokrasi lebih jauh. KPU Kabupaten Gianyar berharap kegiatan serupa dapat memperluas pemahaman pelajar mengenai proses pemilihan serta menumbuhkan kesadaran bahwa partisipasi dalam demokrasi perlu didukung oleh pengetahuan yang benar. Dengan demikian, generasi muda dapat dipersiapkan menjadi warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam kehidupan demokrasi di masa mendatang.

KPU Kabupaten Gianyar Hadiri Rapat Koordinasi Penanganan Pelanggaran, Perkuat Sinergi Menuju Pemilu 2029

Gianyar, Senin (12/10/2026) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Pelanggaran yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar, Senin (12/10/2026), bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi terkait teknis penanganan pelanggaran Pemilu/Pemilihan, sekaligus dirangkaikan dengan konsolidasi demokrasi untuk mengidentifikasi dan memetakan isu-isu aktual di bidang kepemiluan. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Gianyar, I Kadek Agus Mudita, S.H.; Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Wirka S.H., M.H. ; Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, S.H; serta perwakilan Kepolisian Resor Gianyar, Kejaksaan Negeri Gianyar, jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Gianyar, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan sesuai undangan. Dalam rapat tersebut, ditekankan pentingnya menjadikan pengalaman penanganan pelanggaran pada Pemilu 2024 sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk penyelenggaraan pemilu mendatang. Upaya pencegahan dan penanganan pelanggaran perlu terus diperkuat agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada pemilu berikutnya. Koordinasi dan sinergi antar lembaga menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan serta menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Melalui rapat koordinasi ini, KPU Kabupaten Gianyar bersama Bawaslu, kepolisian, kejaksaan, seluruh pihak terkait diharapkan terus memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam menjaga kualitas demokrasi. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan Pemilu 2029 yang tertib, aman, kondusif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perkuat Koordinasi dan Layanan 5S, KPU Gianyar Jaga Kepercayaan Publik

Kepercayaan publik terhadap lembaga tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas yang sesuai aturan, tetapi juga melalui koordinasi yang baik dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut menjadi pesan utama dalam apel pagi KPU Kabupaten Gianyar, Senin (12/10/2026), yang dipimpin oleh Dewa Ngakan Nyoman Suardita, Anggota KPU Kabupaten Gianyar Divisi Perencanaan, Data dan Informasi. Dalam arahannya, Suardita mengingatkan pentingnya meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. Koordinasi yang efektif diperlukan agar setiap pekerjaan dapat terlaksana secara selaras, komunikasi antarpelaksana berjalan baik, dan tujuan organisasi dapat dicapai bersama. Selain koordinasi, ia juga menekankan penerapan layanan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) dalam memberikan pelayanan. Prinsip tersebut perlu diterapkan dalam interaksi sehari-hari, baik saat melayani masyarakat maupun ketika berkoordinasi dengan sesama rekan kerja. Penerapan layanan 5S bukan sekadar persoalan sikap atau keramahan, tetapi juga bagian dari upaya membangun pengalaman pelayanan yang baik bagi masyarakat. Pelayanan yang sopan, santun, dan komunikatif dapat membantu menciptakan hubungan yang positif antara lembaga dan masyarakat yang dilayani. “Tingkatkan koordinasi dan terapkan layanan 5S dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan komunikasi yang baik dan pelayanan yang santun, kita bersama-sama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap KPU Gianyar dalam menjalankan amanah konstitusi.” Koordinasi dan kualitas pelayanan menjadi dua hal yang saling mendukung dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Koordinasi membantu memastikan pekerjaan berjalan sesuai arah dan tujuan, sedangkan penerapan 5S mencerminkan bagaimana nilai-nilai pelayanan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Melalui apel pagi ini, KPU Kabupaten Gianyar kembali mengingatkan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kerja, memperkuat koordinasi, serta memberikan pelayanan yang mengedepankan sikap ramah dan profesional. Upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab KPU Gianyar dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu. Sebab, kepercayaan publik tidak cukup hanya dijaga melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan melalui koordinasi yang kuat, pelayanan yang baik, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah konstitusi.

KPU Gianyar Bekali KALIBRASI SMAN 1 Gianyar Menjadi Pendidik Pemilih Sebaya

GIANYAR — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar kembali melaksanakan pembekalan bagi Kader Literasi Bangun Demokrasi (KALIBRASI) dari SMA Negeri 1 Gianyar, Jumat (9/10/2026), bertempat di Kantor KPU Kabupaten Gianyar. Pembekalan kali ini mengangkat materi “Pemilih Cermat dan Pendidikan Teman Sebaya” sebagai upaya memperkuat kapasitas kader dalam mengembangkan pendidikan pemilih di lingkungan sekolah. Kegiatan menghadirkan Anak Agung Gde Brahmantya Murti, S.I.P., MPA., Dosen FISIP Universitas Warmadewa, sebagai narasumber, dengan Anggota KPU Kabupaten Gianyar, Gusti Bagus Agung Swandhita, S.Sos., bertindak sebagai pemandu kegiatan. Dalam pembekalan tersebut, para kader diajak memahami pentingnya menjadi pemilih yang cermat, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus mengenali peran strategis generasi muda dalam membangun kesadaran demokrasi di lingkungan sebayanya. Materi juga diarahkan untuk membekali peserta dengan pemahaman dan kemampuan menyampaikan pesan-pesan pendidikan pemilih secara menarik, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan pelajar. Berlangsung secara interaktif, pembekalan tidak hanya diisi dengan pemaparan materi melalui presentasi, tetapi juga dipadukan dengan kuis, diskusi, serta penyampaian pendapat dan gagasan oleh peserta. Para kader memperoleh ruang untuk mengemukakan pandangan, merespons berbagai pertanyaan, serta mengembangkan pemikiran kritis mengenai demokrasi dan peran generasi muda sebagai pemilih. Pendekatan partisipatif tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembekalan KALIBRASI. Melalui keterlibatan aktif peserta, pendidikan demokrasi diharapkan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mendorong keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan berkomunikasi, dan kesadaran untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokratis. KPU Kabupaten Gianyar berharap, setelah mengikuti pembekalan ini, para kader KALIBRASI mampu mengambil peran sebagai pendidik pemilih bagi teman sebayanya, baik melalui interaksi dan kegiatan di lingkungan sekolah maupun melalui pemanfaatan media sosial. Dengan pendekatan komunikasi yang dekat dengan karakter dan keseharian generasi muda, para kader diharapkan dapat menghadirkan pesan-pesan pendidikan pemilih yang lebih mudah dipahami dan menarik bagi kalangan pelajar. Melalui program KALIBRASI, KPU Kabupaten Gianyar terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak literasi demokrasi di lingkungannya. Dengan demikian, para kader diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun budaya partisipasi politik yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab sejak usia sekolah.

🔊 Putar Suara