Sasar Pemilih Berbasis Komunitas, KPU Gianyar Jajaki Kerja Sama Pendidikan Politik dengan Dinas Pertanian
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gianyar melaksanakan audiensi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar pada Selasa, 10 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan program pendidikan pemilih di tengah masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, KPU Kabupaten Gianyar diwakili oleh Anggota KPU Kabupaten Gianyar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Gusti Bagus Agung Swandhita, bersama jajaran sekretariat. Kehadiran rombongan KPU diterima oleh Ni Made Yuliani Putri, SP, selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar.
Dalam pertemuan tersebut, KPU Kabupaten Gianyar menyampaikan bahwa Dinas Pertanian merupakan salah satu mitra strategis dalam pelaksanaan pendidikan pemilih, khususnya untuk menjangkau pemilih berbasis komunitas seperti kelompok tani di Kabupaten Gianyar. Melalui jaringan kegiatan penyuluhan maupun program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, diharapkan KPU dapat turut serta menyampaikan materi pendidikan pemilih kepada kelompok masyarakat tersebut.
Selain itu, KPU Kabupaten Gianyar juga menyampaikan rencana penjajakan kerja sama yang akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), seiring dengan rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KPU Kabupaten Gianyar dan Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar menyambut baik inisiatif yang disampaikan oleh KPU Kabupaten Gianyar. Menurut Ni Made Yuliani Putri, peluang kolaborasi program sangat terbuka, mengingat kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian juga menjangkau berbagai kelompok masyarakat seperti kelompok pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Gianyar.
Melalui koordinasi ini diharapkan terbangun sinergi program antara KPU Kabupaten Gianyar dan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dalam rangka meningkatkan pemahaman demokrasi di kalangan masyarakat. Kelompok petani dipandang sebagai segmen strategis pendidikan pemilih, tidak hanya karena mereka telah berpengalaman mengikuti pemilu, tetapi juga untuk memperkuat pemahaman mengenai keterkaitan antara partisipasi dalam pemilu dengan kebijakan publik yang berdampak pada sektor pertanian dan kesejahteraan petani.