Kunjungan Kerja KPU Gianyar ke KPU Klungkung, KPU Tabanan dan KPU Karangasem

  • 10 Juni 2016
  • 00:00 WITA
Kunjungan Kerja KPU Gianyar ke KPU Klungkung, KPU Tabanan dan KPU Karangasem_176233.jpg

Sebagai tindak lanjut agenda kegiatan sub bagian program dan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar mengadakan kunjungan kerja ke KPU Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangka penyusunan Anggaran Pilkada tahun 2018. . Kunjungan kerja yang dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Juni 2016 tersebut dibagi dalam 3 (tiga) kelompok yaitu kunjungan ke KPU Kabupaten Tabanan yang dipimpin oleh Ketua KPU Gianyar AA Gede Putra, SH.MH, diikuti oleh Kasubag Teknis dan 4 orang staf. Rombongan ke KPU Kabupaten Klungkung dipimpin oleh Komisioner divisi sosialisasi AA. Darmawati, S.Sos dan Sekretaris KPU Gianyar Pande Putu Sunarta, SH.MM, diikuti oleh kasubag Program dan Data, Kasubag Umum, Keuangan, Logistik, serta 2 staf,  dan ke KPU Kabupaten Karangasem yang dipimpin oleh Komisioner Divisi Logistik Ngakan Nyoman Oka Sudaryana, SH. Yang diikuti oleh Kasubag Hukum dan 4 orang staf.


KPU Kabupaten Karangasem dan KPU Kabupaten Tabanan merupakan penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serentak tahun 2015 sehingga dipandang relevan untuk menjadi sumber data dan informasi terkait tahapan Pemilihan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gianyar, sedangkan KPU Kabupaten Klungkung akan bersama sama dengan KPU Kabupaten Gianyar melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati berbarengan dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada bulan Juni Tahun 2018 sehingga dalam perencanaan Anggaran Pilkada perlu perencanaan yang matang sehingga tidak saling tumpang tindih.

Di KPU Kabupaten Klungkung, rombongan KPU Gianyar diterima oleh seluruh komisioner dan kasubag. Kondisi geografis dan tingkat kepadatan penduduk antara Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung yang berbeda sehingga berimplikasi pada perbedaan jumlah estimasi TPS. Sebagai perbandingan, Kabupaten Gianyar dengan jumlah penduduk 395.207 orang, KPU Gianyar mengestimasikan jumlah TPS sebanyak 828 TPS sedangkan di Kabupaten Klungkung dengan jumlah penduduk 179.000 orang mengestimasikan jumlah TPS sebanyak 396 buah. Meskipun terdapat perbedaan jumlah TPS yang akan berdampak pada perbedaan anggaran terkait perlengkapan pemungutan suara maupun honorarium penyelenggara, namun pada dasarnya baik KPU Kabupaten Gianyar dan KPU Kabupaten Klungkung tetap berpedoman pada Keputusan KPU Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Biaya dan Keputusan KPU Nomor 44 Tahun 2016 tentang Juknis Penyusunan Anggaran Pemilihan Kepala Daerah serta  Peraturan Menteri Dalam Negeri  No 44 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri  No 51 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Dana Kegiatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.

Sementara itu, Komisioner Ngakan Nyoman Oka Sudaryana, SH dalam kunjungannya ke KPU Karangasem membahas penyusunan anggaran Pilkada Tahun 2018 terkait masalah pengadaan dan distribusi logistik. Tampak hadir saat itu Anggota KPU Provinsi Bali Dra. Kadek Wirati yang saat itu juga sedang melakukan monitoring DPT berkelanjutan.

Sedangkan pada kunjungan ke KPU Kabupaten Tabanan, rombongan diterima oleh Ketua KPU Kabupaten Tabanan Luh Darayoni, SH., komisioner Dra. Luh Made Sunadi, dan I Ketut Narta, SE. Dalam kesempatan tersebut KPU Kabupaten Tabanan mempresentasikan sejumlah terobosan baru terutama dalam hal penyediaan bahan logistik pemilu yaitu dengan memberdayakan teknologi dalam hal penyortiran dan pelipatan surat suara, yaitu semua dikerjakan dengan mesin. Tingkat kesalahan dalam pelipatan maupun penghitungan surat suara yang akan didistribusikan juga kecil, karena mesin yang digunakan memiliki sensor , sehingga jika ada surat suara yang terlibat ganda, maka mesin otomatis berhenti, sehingga diketahui petugas. Hal ini tentu merupakan terobosan baru sehingga pelaksanaan penyortiran surat suara lebih efisien waktu dan tenaga. Tentunya pengawasan oleh petugas KPU tetap maksimal untuk menghindari terjadinya kesalahan penghitungan dalam pendistribusian pada saat pemungutan suara.

Komentar